Selasa, 11 Oktober 2016

Pasangan Muda di Blitar Gagal Nikah

Blitar - "NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA". Silvi (15) bersama tidak tersendat mencurahkan puji-pujian mandi agung, namun calon suaminya Harun (15) cuma tersenyum semula tak sanggup menghafalkan bacaan puji-pujian itu.

Terpaksa mereka mesti menunda hri pernikahannya. Harun tak sanggup menghafalkan tahlil mandi gede di hadapan penengah persidangan Dispensasi Kawin (DK) di Pengadilan keimanan (PA) Blitar, Selasa (11/10/2016). KUA tak dapat jago menikahkan Harun tengah Silvi. sebaliknya Silvi hamil besar.

Kantor Pengadilan Agama Blitar. (Foto: detik,com)
Banyaknya pasangan pengantin belia yg ajukan pernikahan di Kabupaten Blitar menghasilkan pengantara Pengadilan anutan (PA) setempat, memberlakukan persyaratan husus. terkecuali persyaratan administrasi, mereka diharuskan dapat menghafal takbir mandi besar.

KUA tidak wirawan menikahkan sebab sejoli itu sedang di bawah usia. dekat aturannya, umur minimal laki laki mesti 20 thn, melainkan perempuan 18 tahun.

Hakim yg pula deputi Ketua PA Blitar, Muhammad Zainuddin, menyampaikan, maksud calon pasangan jejaka mesti hafal takbir mandi akbar agar pendapat bahwa suami istri yg habis bersambung badan itu mesti mandi agung buat menghilangkan hadasnya. apabila tidak mandi akbar, mereka bakal berdosa.

"Buktinya, tidak sedikit pengantin yg tidak hafal ratib mandi agung. sebab itu, beta mengharuskannya biar mereka hafal, biar pandangan, tegasnya.

Zainuddin menyambung, pasangan belia butuh dikasih pemahaman kejadian aturan-aturan basic. tidak cuma ratib mandi agung, tapi pula doa-doa pendek atau puji-pujian harian seperti tahlil wudu, salat, pun lain-lain.

"Kami anggap persyaratan ini tidak berat. dikarenakan, cuma menghafal tahmid mandi gede. Namun, ini amat utama juga sebagai salah tunggal dikabulkannya permohonan DK mereka. seandainya tidak hafal ya awak tunda. kian, ada yg hingga saya tunda tiga kali sidangnya sebab salah tunggal pasangan pengantin jejaka itu belum hafal," ungkapnya.

Foto: Erliana Riady/detikcomFoto: Erliana Riady/detikcom

Saat ditanya mengapa mereka yg belum pass usia dapat ajukan pernikahan? Zainuddin menuturkan calon pengantin perempuannya telah hamil duluan. jikalau tidak dikabulkan, dinilai bakal menaikkan dosa.

"Jangan hingga kita terkesan melaksanakan pembiaran. apabila tidak dikabulkan, kasihan guna si perempuannya, umur kehamilannya justru membesar," paparnya.

Ditambahkan Zainuddin, DK cuma diperuntukkan terhadap calon pengantin yg telah hamil duluan. Persyaratannya ketat, paling utama terkait administrasinya. Calon pengantin mesti tercatat kepada KK ortu pun punyai akte kelahiran. sesudah itu baru hal interaksi ke-2 keluarga. contohnya, tidak ada paksaan atau ancaman permulaan salah wahid calon atau pihak lain.

"Jika ada ancaman seperti itu, ana tidak bakal meluluskan sebab saya mau hunian mereka itu harmonis. Beda & seandainya ada ancaman, tentu hunian tangga mereka cuma seumur jagung atau apabila anaknya telah menggelindingkan, si laki laki dapat meninggalkannya," ucap Zainuddin.

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Blitar terhadap mengeliminir angka pernikahan dini. Sejak Oktober 2016, bekerja serupa dgn bidang Penyuluhan peraturan berulang Kementerian aqidah melangsungkan sosialisasi terkait efek yg diakibatkan adanya pernikahan dini.

Bagikan

Jangan lewatkan

Pasangan Muda di Blitar Gagal Nikah
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.